1November2007
Posted by jatim under: umum.
Propinsi Jatim ini termasuk satu dari sekian propinsi yang banyak dihuni gunung berapi.
Saya baru sadar setelah mengamati logo propinsi ini. Gak tanggung-tanggung, propinsi ini mengambil gambar gunung meletus sebagai logo resmi.
Ketika artikel ini ditulis, gunung Kelud di Blitar sedang aktif-aktifnya.
Sebenarnya kita-kita di Jatim ini cukup “beruntung” lho. Dari sekian banyak gunung berapi, setahu saya hanya 2 yang sering “bermasalah”. Dua gunung itu yaitu gunung Kelud dan gunung Semeru.
Gunung Bromo memang masih aktif, tapi di mas sekarang malah jadi obyek wisata dan hampir tidak pernah menyusahkan.
Kampung saya di Malang contohnya. Kota ini dikelilingi gunung Panderman, Arjuno, Kawi. Dikejauhan juga dikitari oleh Gunung Bromo dan Semeru. Kalau diantara gunung ini ada satu saja yang batuk-batuk sudah sangat merepotkan.
Semoga saja Gunung Kelud tidak jadi meletus, dan penduduk sekitarnya bisa hidup tenang.
Saya rasa - walaupun tidak ada hubungannya - logo jatim sebaiknya diubah saja. Gambarnya jangan gunung meletus dong, bikin susah orang.
28October2007
Posted by jatim under: humor; jawatimuran.
Kapanane ndek kesatuane Muntiyadi, tentara diperintah baris. Tapi komandan njaluk barisane dibagi loro. Barisan sing pertama tentara sing wedi karo bojone. Barisan kedua tentara sing gak wedi karo bojone.
Pas komandan ngecek barisan. Barisan sing pertama akeh pol. Barisan sing kedua mung siji yo Muntiyadi.
Komandane takok nang muntiyadi : “Opo’o kok peno gak wedhi karo bojo”.
“lho aku iki ndek barisan kedua, dikongkon karo bojoku” Jare Muntiyadi.
Translation :
Judul : Takut Istri.
Suatu ketika di kesatuan Muntiyadi, tentara diperintahkan berbaris. Komandan minta barisan dibagi dua.
Barisan pertama tentara yang takut istri. Barisan kedua tentara yang tidak takut istri.Pada saat komandan memeriksa barisan, barisan pertama penuh. Barisan kedua isinya cuma satu, yaitu Muntiyadi.
Komandan tanya : “Kenapa kamu kok nggak takut sama istrimu ?”
“Lho aku ini di barisan kedua karena disuruh istriku.” jawab Muntiyadi.
Sumber : http://www.dna.caltech.edu/~hariadi/humor_suroboyoan-fancy.pdf
24October2007
Posted by jatim under: agama; tradisi.
Dalam tradisi Islam, sebenarnya puasa bulan Syawal tidak diwajibkan pada hari-hari tertentu. Yang penting puasanya di bulan Syawal.
Kata pak ustad sih kalau puasa Ramadhan kita full dan beres, lalu dilanjutkan dengan puasa Syawal maka seakan-akan kita sudah puasa setahun penuh. Oleh karena itu - masih kata pak ustad - bila puasa Ramadhan kita masih ada yang bolong, sebaiknya niat kita adalah “niat puasa Syawal”. Niat untuk mengganti puasa Ramadhan bisa dilakukan setelah puasa Syawal selesai.
Di Jawa Timur ada yang menarik dengan puasa bulan Syawal. Beberapa daerah masih ada yang melestarikan puasa Syawal segera ( 1 hari) setelah Hari Raya Idul Fitri. Jadi pada saat Idul Fitri mereka merayakan lebaran, tapi hari berikutnya mereka puasa lagi full selama 6 hari.
Setelah 6 hari, baru mereka merayakan dengan lebih sungguh-sungguh. Perayaan ini dikenal dengan nama “Riyoyo Kupat“, atau Lebaran Ketupat. Nah, pada saat ini hidangannya tentu saja ketupat.
Ada pendapat yang mengatakan bahwa kata Kupat berasal dari bahasa Arab kaffatan yang artinya sempurna. Tapi itu katanya lho …. bener tidaknya sih silakan di cek sendiri.
Yang jelas, dengan adanya Riyoyo Kupat pedagang janur bisa mendapat untung lebih. Kalau nggak percaya, coba saja blusukan ke pasar-pasar di Malang atau sekitarnya ( Lawang misalnya). Biasanya di pasar-pasar tersebut muncul pedagang janur musiman. Ada yang menjual eceran, ada yang menjual lonjoran, ada juga yang jual sudah dalam bentuk ketupat.
Selamat Riyoyo Kupat.
23October2007
Posted by jatim under: belanja.
Gara-gara lumpur lapindo, banyak kegiatan bisnis di Sidoarjo yang sekarang jadi kembang kempis.
Termasuk didalamnya adalah pengrajin tas dan sepatu dari Tanggulangin. Banyak yang sudah semakin sulit untuk bertahan.
Dengan beberapa bantuan, sebagian dari mereka masih bisa melanjutkan usaha. Salah satu pihak yang memberikan bantuan adalah dari Plasa Araya di Malang. Sejumlah pengrajin Tanggulangin boyongan ke Malang dan mulai berjualan disana.
Contohnya adalah seperti foto diatas. Sepatu kulit (asli) seperti diatas dihargai 200 ribu. Tapi karena saya membeli selama periode promosi, harganya jadi 120 ribu. Cukup murah untuk sepatu kulit. Tas wanita (kulit imitasi) dihargai 50 ribu, diskon jadi 30 ribu. Tidak mahal bukan ?
Kualitas barang yang dijual tidak jauh beda dengan Cibaduyut - Bandung. Hanya saja, merk yang dipakai sepertinya agak aneh dan kurang trendy. Contohnya, sepatu diatas diberi merk Bersus. Mungkin kata sus diambil dari shoes dari bahasa Inggris. Yang membuat saya heran, merk tas itu lho … masak tas wanita diberi merk PERKASA. Kayak merk traktor saja …
Bagaimanapun juga, salut juga kepada mereka yang bisa bertahan di masa sulit. Selamat !!!
22October2007
Posted by jatim under: personal.
Seperti banyak orang lainnya. Hari ini hari pertama saya masuk kerja setelah cuti masal lebaran.
Lalu lintas Jakarta sudah mulai menampakkan wajah aslinya yang amburadul.
Setelah seminggu mudik ke kampung saya di Malang ( Jawa Timur tentunya :-)) saya perlu sejenak menyesuaikan diri supaya cocok dengan lingkungan di Jabotabek ini. Maklum, setelah seminggu berada di kampung halaman yang tenang tentu ada sedikit kejengkelan untuk kembali ke hiruk-pikuk Jakarta.
Apa boleh buat, berhubung saya cari makan di Jabotabek … tentu harus berusaha enjoy saja dengan keadaan sekarang.
Perjalanan mudik kali ini membuat saya sadar bahwa ada yang tidak berubah dari diri saya. Ternyata bagaimanapun juga saya ini tetap wong ndeso. Lebih tepatnya lagi : Wong Ndeso dari Jawa Timur. Walaupun saya sudah bertahun-tahun tinggal di Jabotabek, saya tetap merasa sebagai Arek Jatim. Kalau ngomong juga tetap bledag-bledug khas jawa timuran. Lha mau bagaimana lagi, wong dari sononya sudah begitu.
Yang penting, walaupun ndeso tapi tetap cinta Indonesia. Iya tho ?
Foto : www.kabblitar.go.id